Bojonegoro, 18 Oktober 2025 – Dalam rangka menumbuhkan karakter religius dan memperkuat pendidikan akhlak di lingkungan sekolah, SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro bersama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro merancang dan melaksanakan program School Religious Culture (Budaya Religius Sekolah) yang menyasar seluruh warga sekolah.
Program ini merupakan bagian dari upaya pembentukan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan moral yang kuat. Kegiatan perencanaan dan pelaksanaan dimulai sejak awal semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, tenaga kependidikan, siswa, serta tokoh agama lokal.
Kegiatan perencanaan dilakukan melalui koordinasi intensif antara pihak sekolah dan Kemenag Bojonegoro. Dalam rapat yang digelar di ruang pertemuan SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro pada bulan September lalu, disepakati sejumlah kegiatan utama seperti:
Pembinaan keagamaan rutin (kajian dan ceramah)
Kegiatan sholat berjamaah dan dhuha bersama
Program literasi Al-Qur’an dan kitab suci lintas agama
Peringatan hari-hari besar keagamaan
Pelatihan karakter melalui pembiasaan ibadah harian

Pertemuan Pengawas PAI Kankemenag Bojonegoro dengan kepala sekolah
Kepala SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro, Anam Syaifuddin, M.Pd., menyampaikan bahwa budaya religius di sekolah menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
“Kami berterima kasih kepada Kemenag Bojonegoro yang telah mendukung penuh inisiatif ini. Budaya religius bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa,” ujarnya.
Pelaksanaan School Religious Culture secara resmi dimulai pada awal Oktober 2025, ditandai dengan kegiatan Launching Program Budaya Religius Sekolah yang dihadiri oleh perwakilan Kemenag Bojonegoro, pengawas sekolah, komite sekolah, serta seluruh warga sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Bojonegoro, Abdul Wahid, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa Kemenag siap mendampingi sekolah-sekolah dalam mengembangkan budaya religius yang moderat, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan nilai-nilai agama yang sejuk, toleran, dan membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab secara spiritual maupun sosial,” ujar Wahid.
Program ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan guru. Berbagai kegiatan seperti murojaah pagi, sholat dhuha berjamaah, hingga diskusi nilai-nilai keagamaan telah mulai membentuk kebiasaan positif di lingkungan sekolah.
Salah satu siswa kelas X, Aluna Adhila Putri , menyatakan bahwa kegiatan ini membuat suasana sekolah menjadi lebih damai dan memberi semangat dalam belajar.
“Sekarang kami lebih disiplin dan saling menghargai. Rasanya nyaman sekali belajar di lingkungan yang agamis seperti ini,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi erat antara SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro dan Kemenag Bojonegoro, diharapkan program School Religious Culture dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, harmonis, dan berkarakter.
Komentar Terbaru